selamat datang

Selasa, 23 Agustus 2011

PANDUAN ZIARAH KUBUR

BACAAN ZIARAH KUBUR DAN DO’A
(Ijazah Alm. KH. Wahib Tamim)

Memberikan ucapan salam kepada yang diziarahi
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا وَلِيَّ اللهِ، جِئْتُكَ رَاغِبًا وَإِلَى قَبْرِكُمْ زَائِرًا وَمِنْ حَضْرَتِكُمْ مُسْتَشْفِعًا وَبِكُمْ مُتَوَسِّلًا أَنْتُمْ سَلَفٌ وَأَنَا بِالْأَثَرِ، يَغْفِرُ اللهُ لِي وَلَكُمُ الذُّنُوْبَ وَأَسْأَلُ اللهَ وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ.
إِلَى حَضْرَةِ وَلِيِّ اللهِ ..... (di sebutkan namanya) اَلْفَاتِحَةْ.....
اَلْفَاتِحَةْ 3× ، اَلْإِخْلَاصْ 3× ، اَلْفَلَقْ 3× ، اَلنَّاسْ 3× ، آيَةُ الْكُرْسِيّ 1× ، أَلَمْ نَشْرَحْ 1× ، إِنَّآ أَنْزَلْنَاهُ 1× ، وَالضُّحَى 1× ....
Catatan: Boleh di tambah dengan surat yang lain
PANDUAN ZIARAH KUBUR
Ada golongan dari orang Islam garis keras, mereka mengatakan bahwa orang Islam yang melakukan ziarah kubur itu kafir, sebab menyembah kuburan, dan meminta-minta pada para Nabi, para wali dan orang sholeh yang telah meninggal dunia, seperti dalam tawassulnya orang yang ziarah tersebut. Mereka menganggap bahwa tawassul itu meminta-minta pada manusia, dan dari alasan itulah mereka menganggap orang-orang Islam yang ziarah kubur dan bertawassul adalah kafir. Padahal tawasul kepada Nabi, para wali, sahabat dan orang-orang sholeh merupakan salah satu cara atau perantara ketika berdo’a agar cepat diijabahi oleh Allah SWT karena mereka tentunya lebih dekat dengan Allah, diumpamakan kita sebagai orang biasa meminta sesuatu pada Presiden tapi dengan perantara orang yang dekat dengannya pasti lebih cepat dipenuhi permintaan kita dibanding kita sendiri yang meminta.
Maka dalam hal ini, Islam memperbolehkan bertawassul, bahkan dianjurkan, sebagaimana firman Allah :
يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ وَابْتَغُوْآ إِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِي سَبِيْلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ (المائدة : 35)
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah pada Allah, dan carilah jalan atau perantara yang mendekatkan diri kepada Allah, dan berjuanglah di jalan Allah agar kalian semua beruntung”. (QS. Al-Maidah : 35)

Kalau kita melihat realita yang ada, tidak ada bagi orang-orang yang berziarah, baik orang bodoh, lebih-lebih yang alim, yang mempunyai keyakinan bahwa mereka menyembah kuburan atau berkeyakinan bahwa orang-orang yang ada di dalam kubur itu bisa memenuhi hajat yang diinginkan oleh mereka.

Tujuan Ziaroh
Dalam berziarah terdapat beberapa tujuan, antara lain:
 Agar mendapatkan barokah dari para Wali, Kyai dan orang-orang yang sholeh.
 Agar mudah terkabulnya do’a, disebabkan do’a tersebut dipanjatkan disamping orang-orang yang sudah dekat kepada Allah.
 Untuk mengingatkan para zaa-irin (orang-orang yang ziarah), bahwa mereka akan mengalami sebagaimana yang dialami oleh orang-orang yang diziarahi.
 Mengingat jasa-jasa yang telah dikorbankan oleh orang tua (para pendahulu).
 Memintakan ampunan terhadap orang tua, saudara dan seluruh umat Islam serta meng-hadiahkan bacaan-bacaan yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW.

Tatakrama Ziarah Kubur
Ada beberapa tatakrama yang harus diperhati-kan dalam ziarah kubur, yaitu:
1. Menjaga kesopanan, baik perkataan maupun perbuatan, saat di lokasi makam.
2. Peziarah dianjurkan duduk di sebelah barat makam (menghadap ke timur).
3. Usahakan jarak antara posisi duduk dan makam kira-kira 1 meter (jika memungkinkan).
4. Dalam mengambil posisi duduk dianjurkan lewat arah bawah makam (arah selatan/kaki mayit).
5. Saat akan duduk membaca qasidah ziarah kubur terlebih dahulu, yaitu:
سَلَامُ اللهِ يَا سَـادَةْ مِنَ الرَّحْمٰنِ يَغْشَاكُمْ...الخ
6. Kemudian duduk dan mengucapkan salam kepada ahli kubur:
اَلسَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنْكُمْ وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ، وَإِنَّآ إِنْ شَآءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ.
Atau
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، أَنْتُمْ سَلَفٌ مِنَّا وَنَحْنُ إِنْ شَآءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ .
7. Membaca tahlil beserta do’a.
8. Setelah selesai, lalu berdiam sejenak (mengheningkan cipta) seraya berdo’a dalam hati (meminta kepada Allah) agar dikaruniai:
a) Tetapnya iman.
b) Kejernihan hati.
c) Keberkahan atas segala yang telah dikaruniakan.
d) Keselamatan diri baik di dunia maupun di akhirat.
e) Hajat yang dimaksud.
9. Lalu membaca:
مَـوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِـمًا أَبَـدًا 
عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْـخَلْقِ كُلِّهِمِ 3×
هُوَ الْحَبِيْبُ الَّذِي تُـرْجَى شَفَاعَتُهُ 
لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ الْأَهْوَالِ مُقْتَحَمِ 3×
يَارَبِّ بِالْمُصْطَفَى بَلِّغْ مَـقَاصِدَنَا 
وَاغْفِرْ لَنَا مَامَضَى يَا وَاسِعَ الْكَرَامِ 3×
10. Dianjurkan keluar lewat arah bawah makam (arah selatan makam)

Catatan.
 Jangan sampai memohon pada ahli kubur, akan tetapi harus meminta pada Allah.

BACAAN ZIARAH KUBUR DAN DO’A
(Ijazah Alm. KH. Wahib Tamim)
Memberikan ucapan salam kepada yang diziarahi
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا وَلِيَّ اللهِ، جِئْتُكَ رَاغِبًا وَإِلَى قَبْرِكُمْ زَائِرًا وَمِنْ حَضْرَتِكُمْ مُسْتَشْفِعًا وَبِكُمْ مُتَوَسِّلًا أَنْتُمْ سَلَفٌ وَأَنَا بِالْأَثَرِ، يَغْفِرُ اللهُ لِي وَلَكُمُ الذُّنُوْبَ وَأَسْأَلُ اللهَ وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ.
إِلَى حَضْرَةِ وَلِيِّ اللهِ ..... (di sebutkan namanya) اَلْفَاتِحَةْ.....
اَلْفَاتِحَةْ 3× ، اَلْإِخْلَاصْ 3× ، اَلْفَلَقْ 3× ، اَلنَّاسْ 3× ، آيَةُ الْكُرْسِيّ 1× ، أَلَمْ نَشْرَحْ 1× ، إِنَّآ أَنْزَلْنَاهُ 1× ، وَالضُّحَى 1× ....
Catatan: Boleh di tambah dengan surat yang lain

Do’a
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اللهم اجْعَلْ وَأَوْصِلْ وَتَقَبَّلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنْ قِرَاءَةِ الْفَاتِحَةِ وَاْلإِخْلَاصِ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ وَآيَةِ الْكُرْسِيِّ وَأَلَمْ نَشْرَحْ وَإِنَّآ أَنْزَلْنَاهُ وَالضُّحَى....... (disebutkan surat tambahan) هَدِيَّةً لِحَضْرَةِ وَلِيِّ اللهِ....... (disebutkan namanya)قَدَّسَ اللهُ رُوْحَهُ الْعَزِيْزُ (اللهم شَفِّعْهُ فِيْنَا 3× ) وَإِلَى أَرْوَاحِ أَوْلِيَآءِ اللهِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا أَيْنَمَا كَانُوْا وَكَانَ الْكَائِنُ فِي عِلْمِكَ وَحَلَّتْ أَرْوَاحُهُمْ. اللهم إِنِّي أَتَوَسَّلُ عَنْ وَلِيِّ اللهِ.............. (disebutkan namanya) بِحُرْمَةِ جَمَالِكَ الْبَاقِي وَوَجْهِكَ الْأَعْظَمِ وَبِحُرْمَة سَيِّدِنَا وَمَوْلَاناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَقْتَضِي حَاجَتِي........... (mohonlah pada Allah apa yang dimintakan) يَا اَللهُ ٱسْتَجِبْ جَمِيْعَ دُعَائِي يَا مُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. آمين

2 komentar:

  1. Terima Kasih atas Infonya, mari berbagi ilmu pengetahuan, baik Agama maupun umum, share ke Blog kami, klik tautan dibawah ini :
    www.mimusatumelirang.blogspot.com

    BalasHapus